TIDAK SUATU MASYARAKAT YANG TIDAK BERUBAH. SOSIOLOGI SANGAT MEMPERHATIKAN PERUBAHAN SOCIAL, OLEH KARENA ITU BANYAK TEORI YANG DILAHIRKAN UNTUK MENGANALISIS TENTANG PERUBAHAN SOCIAL. PERUBAHAN SOCIAL MERUPAKAN PROSES YANG BERKESINAMBUNGAN, PENELAAHAN MENGENAI PROSES TERSEBUT MEMPUNYAI PERFEKTIF SEJARAH ATAU EVOLUSIONER. PADA DASARNYA TEORRI TENTANG PERUBAHAN SOCIAL DAPAT DIGOLONGKAN ADA DUA MACAM TEORI LINIER DAN TEORI SIKLUS. (H.A.R. TILAAR, PERUBAHAN SOSIAL DAN PENDIDIKAN). PERUBAHAN SOCIAL YANG TERJADI SECARA TERUS MENERUS TETAPI PERLAHAN-LAHAN TANPA DIRENCANAKAN MAKA DAPAT DIKATAN SEBGAI UPLENED SOCIAL CHANGE ATAU YANG DISEBUT SEBAGAI PERUBAHAN SOCIAL YANG TAK TERENCANA. PERUBAHAN SOCIAL YANG DEMIKIAN, DISEBABKAN OLEH PERUBAHAN DALAM BIDANG TEKNOLOGI ATAU GLOBALISASI. ADA JUGA PERUBAHAN SOCIAL YANG DIRENCANAKAN ATAU DIDESAINT DAN DITETAPKAN DALAM TUJUAN SERTA SRATEGINYA. INI MERUPAKAN PERUBAHAN SOCIAL PLANNED SOCIAL CHANGE (PERUBAHAN SOCIAL YANG TERENCANA. PERUBAHAN SOCIAL YANG TERENCANA DAPAT DIKATAN SEBAGAI REKAYASA SOCIAL. DALAM REKAYASA SOCIAL AKAN DIAJARKANKIAT DAN STRATEGI DALAM MENGUBAH MASYARAKAT.
Sebab sebab perubahan social dalam teori social beragam ada yang berpendapat bahwa masyarakat berubah karena ideas; berupa pandangan hidup, pandangan idea, dan nilai-nilai. Penganut teori ini penyeabab utama dalam perubahan adalah idea sebagaimana yang dikemukakan oleh Max Weber. Weber banyak menekankan betapa pengaruhnya idea terhadap suatu masyarakat. Tesis utama weberianisme adalah penmgakuan terhadap peranan besar terhadap ideology sebagai variable independent dalam perkembangan masyarakat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh nabi perubahan yang dilakukan dengan berdasarkan al Qur’an, sehingga perubahan social yang dilakukan lewat idea al Qur’an. Selanjutnya dalam perubahan dilakukan oleh orang-orang besar, hal ini dapat dilihat perubahan yang tercatat dalam tinta emas sejarah merupakan biografi dari orang-orang besar yang melakukan trnasformasi social. Perubahan dilakukan oleh orang kreatif yang berkumpul menjadi suatu gerakan social yang terlembagakan dalam bentuk lembaga yang melakukan pemberdayaan masyarakat. (Jalaluddin Rahmat, Rekayasa Social)
PEMBERLAKUKAN STRATEGI DALAM PERUBAHAN SOCIAL DAPAT DIPETAKAN DENGAN DUA CARA PERTAMA DENGAN MASUK KEDALAM SYSTEM. KEDUA DENGAN MELAKUKAN PENYADARAN LEWAT PENDIDIKAN. PERTAMA, PERUBAHAN YANG MASUK KEDALAM SYSTEM MAKA APERUBAHN YANG TERJADI REVOLUSIONER DAM MEMILIKI DAMPAK MENYELURUH. PERUBAHAN TERJADI DARI TINGKATAN ATAS SAMPAI TINGKATAN BAWAH, PERUBAHAN DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN KEBIJAKAN DAN BERSIFAT INSTRUKTIF. PERUBAHAN INI TERCAPAI LEWAT JALUR PARTAI POLITIK YANG MENJADI JALUR DALAM MEMASUKI SYSTEM NEGARA YANG MENGELUARKAN KEBIJAKAN DALAM MELAKUKAN PERUBAHAN. SEDANGKAN PERUBAHAN YANG DILAKUKAN DENGAN PENYADARAN LEWAT LEMBAGA PENDIDIKAN BAIK YANG DILAKUKAN OLEH LSM ATAPUN LEMBAGA YANG BERSIFAT TRANSFORMATIVE. PERUBAHAN DILAKUKAN DENGAN MELAKUKAN PENYADARAN TERHADAP MASYARAKAT DENGAN CARA MEREKA TERJUN SECARA LANGSUNG PADA MSYARAKAT DAN INI BERSIFAT PARTISIPATORIS DAN TRANSFORMATIVE. MASYARAKAT DIAJAK UNTUK MELAKUKAN REFLEKSI TENTANG REALITAS KEHIDUPANNYA, DAN DIAJAK UNTUK BERSIKAP KRITIS TERHADAP KEHIDUPAN YANG DIALAMI BERSAMA. PERUBAHAN INI BERSIFAT LAMBAT DAN DILAKUKAN OLEH ORANG YANG PEDULI TERHADAP KEHIDUPAN SOCIAL DAN BIASANYA LEMABAGA ITU, MENANGANI DALAM PERMASALAHAN (BIDANG) TERTENTU YANG SPESIFIK. HASIL DARI PERUBAHAN SULIT UNTUK DIRASAKAN DIKARENAKAN IA MENYENTUH KRANGKA BERFIKIR AGAR DAPAT MANDIRI DAN TIDAK MEMILIKI KETRGANTUNGAN.
TRANSFORMASI DALAM ISTILAH ANTROPOLOGI ATAPUN SOSIOLOGI MEMILIKI MAKNA TENTANG PERUBAHAN YANG MENDALAM SAMPAI PADA PERUBAHAN NILAI DAN CULTURAL. BERSAMAAN, DENGAN PROSES TERJADAINYA TRANSFORMASI, TERJADI PULA PROSES ADAPTASI, ADOPSI ATAU SELEKSI TERHADAP KEBUDAYAAN LAIN. MENURUT NEONG MUHADJIR PENGERTIAN TERSEBUT MERUPAKAN HASIL PENGAMATAN ATS SEJARAH DAN BAGIAN DARI IDEOLOGY YANG BERKEMBANG. MISALKAN IDEOLOGY KAPITALIS MENITIK BERATKAN DENGAN PENUMPUKAN CAPITAL (MODAL ATAU HARTA ) YANG BERSIFAT INDIVIDUAL. SEMENTARA KAPITALISME MENITIK BERATKAN PADA KONFLIK ANTARA BORJUIS-PROLETARIAT SEBAGAI STRATEGI DALAM MELAKUKAN PERJUANGAN. SEMUA FILSAFAT SOCIAL DAN IDEOLOGY MEMILIKI PERTANYAAN POKOK YANG MENJDAI KEPENTINGAN MANUSIA. PERTANYAAN TERSEBUT YAKNI BAGAIMANA CARA MENGUBAH MASYARAKAT DARI KONDISI SEKARANG KE TATANAN YANG LEBIH IDEAL. SELANJUTNYA ORANG ATAU INSTITUSI YANG MENGELABORASI PERTANYAAN TERSEBUT DAPAT MENGHASILKAN TEORI-TEORI SOCIAL, MEMILIKI FUNGSI MENJELASKAN KONDISI MASYARAKAT SECARA EMPIRIS, PADA MASA KINI DAN SEKALIGUS MEMBERIKAN WAWASAN TENTANG PERUBAHAN DAN TRANSFORMASINYA.
Tyransformasi yang terutama perubahan prilaku dapat lahir dari sebuah proses perubahan kesadaran dari individu yang terdapat dalam masyarakat, yakni kesadaran mengubah pemahaman, cara pandang, interpretasi dan aksinya. Untuk pemahaman lebih lanjut, maka akan dibahas perubahan social pada tokoh awal yang mempeloporinya diantaranya Durkeim, Weber, dan Marx.
Transformasi Social Emile Durkheim
MENURUT DURKHEIM DALAM MEMANDANG MAS YARAKAT BAGAIKAN SEBUAH TATANAN MORAL, YAKNI SEPERANGKAT TUNTUNAN NORMATIVE LEBIH IDEAL DARI PADA KENYATAAN MATERIAL, YANG TERDAPAT DALAM KESADARAN INDIVIDU WALAUPUN SECARA TERTENTUI BERADA DI LUAR INDIVIDU. (TOM CEMBEL, TUJUH TEORI SOSIAL). TUNTUNAN NORMATIVE TERSEBUT BERBENTUK SENTIMENT-SENTIMEN KOLEKTIF ATAU NILAI-NILAI SOCIAL YANG PADA HAKIKATNYA MENJADI DASAR BAGI KOHESI DAN INTEGRASI SOCIAL. DURKEIM MELAKUKAN TRSENDENSI HUBUNGAN MATERIAL YANG TERJADI SECARA RIIL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT. SENTIMENT KOLEKTIF DALAM MASYARAKAT MEMBENTUK SOLIDARITAS DALAM MENJALANKAN KEHIDUPANNYA. DURKHEIM MENGURAIKAN DARI SOLIDARITAS TERSEBUT DALAM MASYARAKAT TRADISONAL DENGAN SEBUTAN SOLIDARITAS MEKANIK, MENGALAMI PERKEMBANGAN MENJADI BENTUK SOLIDARITAS ORGANIC DALAM MASYARAKAT MODERN YANG TELAH MENGALAMI PEMBAGIAN KERJA. BAHWA PROSES TRANSFORMASI SOCIAL MENURUT EMILE DURKHEIM TERJADI KARENA INSPIRASI SEMANGAT MORAL, NILAI-NILAI ATAU KEYKINAN YANG SMA DALAM MASYARAKAT. KESADARAN KOLEKTIF (COLLECTIVE CONSCIOUSNESS) YANG TERBENTUK DARI CONSENSUS AKAN MENCIPTAKAN GAMABARAN KOLEKTIF YANG MEMPENGARUHI POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT SECARA KESELURUHAN, BAIK YANG TERCERMIN DALAM BENTUK HUKUM ATAPUN PERATURAN. (SUWITO, TANSFORMASI SOSIAL)
Proses transformasi soial terjadi menurutnya berubahnya kesadaran kolektif dari solidaritas mekanik kesolidaritas organic, dimana munculnya perbedaan dan defferesiansi. Proses transformasi social dalam masyarakat tradisional secra langsung atapun tidak langsung mnegakibatkan disintegratif solidaritas mekanis. Ini artinya makin modern suatu masyarkat akn hilang suatu solidaritas mekanis, dan sifat oraganisasi yag semakin nampak. Suatu masyarakat modern makin jelas diferensiasi, sehingga rasionalitas diperlukan guna terciptanya suatau consensus. Dalam rangka menjaga solidaritas tersebut mnurut Durkheim maka diperlukan hukum repressive (menekan) atas tindaka kejahatan dan restitutive hukuman yang bersifat akomodatif, kedunya ditunjukan untuk memperbaharui solidaritas. Proses perubahan dalam perkembangan solidaritas menurut Durkheim akan menimbulkan anomi-anomi da krisis makna, maka dalam masyarakat terjadinya kontradiksi system social. Yakni dengan munculnya deferensiasi fungsional karena terciptanya lembaga-lembaga ekonomi. Hal ini memberikan arti bahwa perubahan dalam sruktur budaya atau perubahan dalam nilai social, akan mempengaruhi perubahan pada struktur social; dank arena struktur social merupakan matrik dari lembaga-lembaga social, termasuk lembaga-lemabagakepemimpinan dalam masyarakat. Perubahan struktur budaya pada akhirnya akan mempengaruhi struktur teknik. Teori transfomeasi social yang dikembangkan oleh Durkheim dipengaruhi oleh konsep kemajuan manusia Auguste Comte yang menyatakan bahwa sebuah masyarakat melewati tiga tahap yakni teologis atau khayal, metafisis atau abstrak, ilmiah atau positifis. Namu ia hanya terpengaruh oleh corak positivistic pada Comte.
Transformasi Sosial Max Weber
TRANSFORMASI SOCIAL MAX WEBBER DIMULAI DARI PANDNGAN TENTANG DUNIA IDE PENCAPAIAN TIPE IDEA. PENCAPAIAN IDEA INI DAPAT DIGERAKAN OLEH DOMINASI DAN OTORITAS SUATU MASYARAKAT. OTORITAS DALAM MASYARAKAT DALAM PANDANGAN WEBER TERBAGI MENJADI TIGA MACAM PERTAMA TRADISIONAL (KEPERCAYAA YANG MAPAN TERHADAP KESUNIAN TRADISI), KHARISMATIK (DAYA TARIK PRIBADI SEORANG PEMIMPIN), DAN LEGAL-RASIONAL (KOMITMEN TERHADAP SEPERAGKAT PERATURAN YANG TELAH DIUNDANGKAN SECARA RESMI). KETIGANYA MENGONTROL TERHADAP SELURUH KEKUATAN MASYARAKAT, BAHKAN MEMUNCULKAN BIROKRASI DA MENJADI SUMBER PENTING MUNCULNYA CITA-CITA DAN NILAI. HUKUM BARU DIMUNCULKAN SECARA SADAR OLEH PEMEGANG ORTORITAS, KESADARAN KAUM ELIT PEMENGANG OTORITAS DAPAT MENGENDALIKAN MASYARAKAT DAN SEJARAH. PERAN MEREKA MENDORONG MASYARAKAT UNTUK MELAKUKAN TRANSFORMASI. TEORI SOCIAL INI SECARA IMPLICIT JUGA DAPAT TERLIHAT PENJELASANNYA TENTANG TRANSISI MENUJU KAPTALISME. WEBBER MENGANGGAP AJARAN DARI PROTESTAN CALVINIS MEMBERIKAN DOKTRIN TAWARAN PENYELAMATAN UMAT. MANUSIA AKAN MENDAPATKAN KESELAMATAN DARI TUHAN APABILA IA MEMENUHI KEINGINAN TUHAN. MAKSUD DARI KEINGINAN TUHAN ANTARA LAIN USAHA MANDIRI DAN KERJA KERAS. KESUKSESAN DALAM DUNIA BISNIS YANG DICAPAI MELALUI USAHA MANDIRI MERUPAKAN “JALAN BEBAS HAMBATAN” MENUJU SURGA. PENDAPAT ITU DIPERCAYA OLEH WEBBER SEBAGAI TIPE IDEAL KAUM CALVINIS, YANG MENJADI ASAL USUL BANGKITNYA KAPITALISME.
WEBBER MENEGASKAN KAPITALISME BERKEMBANG BUKAN HANYA AGAMA PROTESTAN, TETAPI TANPA NILAI RELIGISU SEMACAM ITU KAPITALISME TIDAK AKAN BERKEMBANG. MAKA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PERKEMBANG KAPITALISME ADANYA PERATURAN YANG SECARA TEKNIS MENGIKAT DAN MENJAMIN KEBERHASILAN CAPITALISM. DENGAN MENGGUNAKAN HUKUM RASIONAL SEORANG KAPITALIS AKAN DAPAT TEGAK SECARA HUKUM . BEGITUJUGA SEORANG KAPITALIS TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA JIKA PENGADILAN MEMBUAT KEPUTUSAN HUKUM SESUAI DENGAN CARA-CARA TEKNIS YANG MELIPUTI CARA PERHITUNGAN RASIONAL DENGAN PEMBUATAN NERACA, KAKULASI DAN SEBAGAINYA. (L. LAEYENDECKER, TATA PERUBAHAN DAN KETIMPANGAN). PROSES TRANSFORMASI SOCIAL MENURUT WEBBER DIKARENAKAN ADA BEBERAPA FACTOR YANG MENGGERAKKAN, PERTAMA, PENCAPAIAN “TIPE IDEAL” YANG DIMAKSUD DAPAT TERISPIRASI DARI AJARAN AGAMA ATAPUN MORAL. TIPE IDEAL ADALAH CONTOH DARI KEGIATAN MODAL SOCIAL YANG DIPAKAI DALAM MEMAHAMI DAN MENAFSIRKAN TINGKAH LAKU MANUSIA TAU DIKATAKAN DAPAT DIKATAN ENTITAS MENTAL DAN GAGASAN TENTANG TINDAKAN (SEBAGAI CONTOH WEBBE MENGGUNAKAN TIPE IDEAL KAPITALIS).
Kedua, organisasi otoritas, diantara kepentingan sesuai dengan tipe idealnya maupun kepentingan materiya, peranan organisasi-organisasi otoritas adalah yang dipandang menentukan. Fungsi dan peran organisasi otoritas akan memberikan jaminan dan legitimasi (tipe ideal) yang diinginkan. Hukum–hukum rasional yang mereka ciptakan, kemudian dijadikan sandaran dalam kreatifitas. Dengan pernyataa itu bagai Webber factor organisasi otoritas sebagai awal dari transformasi, walaupun tipe ideal itu terdapat dalam sebuah masyarakat, namun tipe ideal tersebuit tidak diperjuangkan dengan bantuan organisasi otoritas (terutama otoritas rasional), maka upaya penyampaian itu tidak akan berhasil seratus persen. Bahwa hubungan kausal dari terjadinya perubahan social sebagai akibat perubahan dari tingkat struktur teknik. Otoritas kaum elit didalam masyarakat menciptakan legitimasi untuk mempertahankan melalui system symbol sebagai justifikasi kultur atas posisinya yang dominant secara ekonomis atapun politis. Dominasi kaum elit pada struktur teknik, menjadi agen perubahan budaya yang akhirnya akan mempengaruhi struktur social. (Kuntowijoyo, Paradigma Islam).
Transformasi Social Karl Marx
Transformasi social yang dikemukakan oleh Marx secara filosofis dipengaruhi oleh filasafat materialisme (M. Amin Rais, Cakrawala Islam). Filsafat materialisme memiliki anggapan dasar bahwa kenyataan berada diluar persepsi manusia, demikian juga kenyataan objektif sebagai penentu terakhir dari ide. Materialisme mengarahkan anggapan bahwa kenyataan sesungguhnya merupakan benda atau materi, dan kenyataan ini diacukan untuk menjawab sejumlah soal yang berhubungan dengan sifat dan wujud dari keberadaan. (Andi Muawiyah Ramly, Peta Pemikiran Karl Marx). Marx tidak mengaui hakekat atau kenyataan selain materi yang dapat diraba, diobservasi dan dapat diukur, alam yang bukan materi merupakan khayalan atau ilusi belaka. Keprcayaan Marx tentang dialektika materialisme di ilhami oleh pemikiran filosof Yunani Heraclitus, yang menyataka bahw dunia ini tidak ada yang tetap ataui tidak ada yang abadi (selalu berubah). Pemikiran dilalektika juga terpengaruhi oleh GWF. Hegel nyakni dialektika idealis. Dialektika yang dimaksudkan oleh Hegel bahwa sesuatu itu hanya benar apabila dilihat dengan seluruh hubungannya, yang berupa negasi. Negasi bermaksu menghancurkan atau meniadakan, tetapi penyangkalan segi yang salah (yang membuat pernyataan itu salah), tetapi kebenarannya tetap dipertahankan. Hingga akhirya Hegel memahami proses dialektika menjadi tiga unsure yang meliputi; fase tesis, fase antitesi (sebagailawan dari tesis), dan yang mendamaikan fase sintesis.
HAL INI, BERBEDA DENGAN HEGEL, MARX MENCOBA MEMBALIKAN FORMULASI HEGEL, YAKNI DIALEKTIKA IDEALIS MENJADI DIALEKTIKA MATERIALIS. MARX MERASA METODE DIALEKTIKANYA MENJADI LAWAN LANGSUNG DARI HEGEL, PROSES BERFIKIR MENURUT HEGEL BERAWA;L DARI PENCIPTAAN DUNIA NYATA, DAN DUNIA MERUPAKAN MANIFESTASI DARI “IDEA”. SEDANGKAN BAGINYA TERLIHAT DALAM CITA (THE IDEAL) TIDAK LAIN ADALAH DUNIA NYATA (MATERIAL WORLD) YANG TELAH DIREFLEKSIKAN OLEH PEMIKIRAN MANUSIA DAN DIPINDAHKAN MENJADI BUAH PEMIKIRAN. (DELIAR NOER, PEMIKIRAN POLITIK DI NEGERI BARAT) TRANSFORMASI SOCIAL YANG DIPAHAMI OLEH MARX SECARA FILOSOFIS MEMILIKI TURUNAN DARI MATERIALISME YANG AKHIRNYA MEMILIKI TEORI-TEORI DETERMINISME HISTORIES DAN MATERIALISME HISTORIES. MARX MENGATAKAN HUBUNGAN MANUSIA DIDALAM SUATU KOMUNITAS MASYARAKAT KEMBALI PADA BENDA ATAU ZAT YANG TELAH MEMBENTUKNYA. MARX JUGA MENGUNGKAPKAN BAHWA PERKEMBANGAN SESUATU (TERMASUK PERUBAHAN JASMANIAH ATAU BENDA) MELAHIRKAN IDE, PEMIKIRAN DAN GAGASAN. DALAM PERJALANAN SEJARAHNYA MANUSIA DIPENGARUHI OLEH PRODUKSI YANG MENJADI PENGGERAK SEJARAH PERUBAHAN SOCIAL MASYARAKAT. PROSES PERUBAHAN MASYARAKAT BERGERAK DARI KOMUNISME PRIMITIVE KEPERBUDAKAN, FEUDAL, KAPITALISME (BORJUIS), SOSIALISME DAN KEMUDIAN KOMUNISME. KOMUNISME MENJADI MUARA DALAM PERJALANAN SOCIAL SUATU MASYARAKAT. DALAM MENUJU PERKEMBANGAN TERSEBUT MANUSIA, TIDAK BERARTI TERTIDUR (DIAM) MENANTI PERKEMBANGAN YANG DIINGINKAN. USAHA YANG DALKUKAN DENGAN CARA PERJUANGAN KELAS AKAN MENGGERAKAN PERUBAHAN ATAU TRANSFORMASI. SETIAP KELAS MEMPERJUANGKAN KELASNYA MASING-MASING, OLEH KARENA ITU, MENURUT MARX PERANAN MANUSIA BUKANLAHAN UNTUK MEMEAHMI SEJARAH TETAPI UNTUK MENCIPTAKAN SEJARAH ATAU UNTUK MEMBUAT SEJARAHNYA SENDIRI. MARX MENGANALISIS DALAM PERKEMBANGAN INDUSTRIALISASI MENYEBABKAN KELAS BARU YAKNI KELAS PLORETAR, DAN KELAS INI DALAM MASYARAKAT INDUSTRI MEJADI MISKIN. OLEH KARENA ITU, MENURUTNYA STRUKTUR KAPITALISME MENYEBABKAN PEMISKINAN MASAL DAN MEMERAS BURUH TANPA MEMPERHATIKAN KESEJAHTERAANYA.
Perjuangan kelas dalam rangka melakukan pembebasan dari kelas borjuis maka kelas ploretyar harus bersatu menggulingkan kelas penindas. Perjuangn ini akhirnya merubah system social kemasyarakatan. Pandangan Marx tentang perubahan social bahwa factor yang menyebabkan perubahan social yakni kesatuan cara pandang, nilai dan perasaan kaum tertindas, yang membentuk dan mempengaruhi cara pandang nilai serta ras (bahkan pembuatan aturan baru) dalam masyarakat yang berpangkal pada unsure material. Unsure material membentuk struktur social (kelas, eksploitasi dan alienasi) sedangkan struktur social akan berubahnya menjadi stuktru teknik (kekuasaan kelas melalui Negara). Struktur kelas kekuasaan teknik mempengaruhi budaya (nilai, cara pandang, estetika dan dominasi kaum intelektual).
Transformasi Profetik
TRANSFORMASI PROFETIK MERUPAKAN DERIVASI DARI ETIKA PROFETIK, DENGAN ILMU SOCIAL PROFETIK YANG MENJADIKAN ALAT UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN SOCIAL, SEHINGGA BENTUK TRANSFORMASINYA PUN DINAMAKAN DENGAN TRANSFORMASI PROFETIK. TRANSFOMRASI INI DILHAMI BAGAIMANA CARA NABI MELAKUKAN TRANSFOMASI YANG BUKAN SEKEDAR MEMBEBASKAN DARI KETERTINDASAN TETAPI SEKALIGUS MENGARAHAKANNYA. BETUK ARAHAN YANG DILAKUKAN OLEH NABI DENGAN MEMBENTUK SYSTEM YANG LEBIH BERKEADILAN SERTA IMAN YANG MELANDASARINYA.
HUBUNGAN KAUSAL
struktur budaya, sosial dan teknik dalam paradigma transformasi social
(DURKEIM, WEBBER, DAN MARX)
Tokoh STRUKTUR BUDAYA Struktur Sosial STRUKTUR TEKNIK
Durkheim SENTIMENT KOLEKTIF NILAI-NILAI SOSIAL DIFFERENSIASI SOCIAL DAN INSENTIF KEPEMIMPINAN
WEBBER Legitimasi simbolik Stratifikasi, akumulasi dan kemakmuran, serta kehormatan Dominasi; otoritas kaum elit
Marx DOMINASI INTELEKTUAL, ESTETIKA DAN NILAI KELAS, EKSPLOTATIF DAN ALIENASI KEKUASAAN KELAS MELALUI NEGARA
TRANSFORMASI PROFETIK DALAM MELAKUKAN PERUBAHAN MENURUT KUNTO LEBIH DEKAT DENGAN PARADIGMA PERUBAHAN YANG DILAKUKAN OLEH DURKHEIM, DARI PADA PRADIGMA TRANSFORMASI YANG DIKEMUKAN OLEH MARX DAN WEBBER. BAHWA STRUKTUR SOCIAL MERUPAKAN SENTIMENT-SENTIMEN RASA KOLEKTIF ATAU NILAI, TERMASUK AGAMA DN NILAI IDEALOGIS. STRUKTUR SOCIAL KELOMPOK SOCIAL LEBIH TERORGANISIR DALAM SUATU LEMBAGA YANG TIDAK TERLALU FORMAL MISALKAN SUKU, RAS, DAN JAMA’AH. SEDANGKAN STRUKTUR TEKNIK MERUPAKAN REALITAS YANG MENJADI SARAN MENCAPAI TUJUAN YANG DICITA-CITAKAN. YANG DALAM STRUKTUR TEKNIK KEPEMIMPINAN, KEKUASAAN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN YANG DIDALAMNYA KELAS SOCIAL. IMAN MENJADI PELEKAT ATAU DASAR DALAM SENTIMENT KOLEKTIF DALAM STRUKTUR INTERNAL UMMAT. KEMAJUAN MENURUT KUNTO TIDAK BAGI UMAT ISLAM DAPAT DILIHAT DARI KEMAJUAN UMAT ISLAM. TETAPI PERUBAHAN STRUKTUR SOCIAL TIDAK MEMPENGARUHI STRUKTUR KESADARAN. DENGAN KESADARAN MANUSIA DAPAT MEMBENTUK SUATU KONSEP TENTANG STRUKTUR YANG DIDASARKAN PADA SYSTEM NILAI, SEHINGGA ORIENTASI KESADRAN DAPAT DIPAHAMI SECARA EMPIRIC.
Transformasi profetik yang diperlukan oleh ikatan merupakan menjadikan ajaran Islam yang bersifat normative menjadi suatu bentuk kesadaran yang bersifat objektif dan ilmiah. Kesadaran yang dibawa dalam transfomasi profetik ada dua macam pertama menjadikan agama bersifat objektif dan yang kedua membawa masyarakat dalam kesadaran ilmu bukan mitos atapun ideology. Transformasi profetik yang dilakukan oleh ikatan merupakan suatu kesadaran kolektif yang dimiliki oleh ikatan guna mencapai cita-cita yang telah diinginkan. Transformasi ini juga dapat dilakukan secara individual pada kader ikatan guna mencapai tujuan yang sama. Bentuk trnsformasi yang individual dari kader ikatan merupakan uapaya individual guna menyadarkan kesadaran profetis pada masyarakat sehingga tercapai yang diimpikan. Ketika kader ikatan bergabung dengan aliran yang professional juga dalam diri kader ikatan, maka kader tersebut mentransformasikan kesadaran ini, gana menjadi ethic oraganisasi. Setelah menjadi ethic organisasi maka merupakan saling koordinasi dengan ikatan agar dapat melakukan kerjasama guna menciptakan yang telah diidealkan. Kesadaran profetis ini, guna mencapai masyarakat khorul umah harus dimiliki oleh setiap manusia yang memiliki kesadran kolektif profetis dan membentuk system yang adil dan melindungi golongan yang termarginalkan.
Usaha kolektif yang dilakukan oleh ikatan dengan kedaran kolektif ini, dengan cara pembuatan kebijakan organisatoris yang memanusiakan manusia, bersifat liberatif dan mengajak untuk transenden. Ikatan dengan kesadaran kolektifnya dalam melakukan transformasi dengan bentuk-bentuk kerja praksis kemanusiaan dalam rangka mencapai masyarakat khoirulk ummah. Kerja ikatan ini merupakan berfikir jangka panjang dan bersifat holistic. Bentuk transformasi profetik ini berupa menjadikan agama yang tdinya nilai-nilanya idealogis dan normative menjadi objektif. Bentuk objektif ini bisa diterima oleh seluruh manusia tanpa tahu asal-usulnya misalkan apukuntur merupakan objektifiksai dari ajaran Budha. Selanjutya transfomasi yang dilakukan dalam hal ini diirahkan pada kesadaran yang berdasarkan ilmu bukanya ideology atau mitos.
Pertama, menjadikan ajaran atau nilai-nilai agama menjadi objektif. Dalam rangka mencapai hal tersebut, maka yang diperlukan merupakan pergeresaran paradigama (shifting paradigm) dari jaran Islam yang menekankan kesalehan individu menjadi objektif yang menekan kesalehan social dan menuju moralitas keluar. Dalam hal ini yang dicontohkan oleh Amin Abdullah misalkan dalam tasawuf corak yang dibawa merupakan keagamaan yang menekankan spiritualitas dan kesalehan individu dalam hal ini harus berubah dari kesalehan individu kesalehan social mejadi suatu bentuk moralitas Islam yang keluar. Selanjutnya dalam rangka menjadikan nilai Islam dapat diterima oleh golongan lain non Islam, Kunto menawarkan konsep objektifisaki terhadap al Qur’an. Objektifiksai ini merupakan menjadikan nilai-nilai Islam yang berada dalam al Qur’an dapat diterima oleh umat manusia tanpa melihat darimana asal-usulnya. Dengan objektifikasi menjadikan ajaran Islam bersifat objektif (diteima oleh siapaun) dan bukan subjektif hanya dalam pemahan yang beragama saja (Islam).
Objektifikasi merupakan upaya menjadikan Islam dengan nilai-nilainya bersifat subjektif, maka perlu diobjektifkan agar dapat diterima oleh umat yang lain. Objektifikasi merupakan suatu usaha aktif dari orang Islam untuk menjadikan ajaran agamnya dapat memberikan rahmat pada semua. Objektif yang diinginkan oleh Islam bukan saja berprilaku objektif secara pasif namun juga secara aktif. Objektif secara pasif merupakan menerima kenyataan objektif yang telah disodorkan kepada umat. Misalkan untuk kamum muslim bekerja dimana saja, maka ia dapat berkerja dimanapun dan tak pernah menanyakan agama orang yang datang. Sedangkan prilaku objektif secara aktif merupakan usaha aktif agar Islam sebagai rahmat tanpa memandang, ras, warna kulit, dan agama.misalkan umat Islam harus berbuat adil terhadap siapaun dan tanpa pandang bulu. Objektifikasi berasal dari internalisasi nilai, tidak dari subjektifikasi kondisi objektif. Objektifiksai merupakan penerjemahan nilai-nilai internal kedalam kategori-kategori objektif. Nilai-nilai agama terinternalisasi kemudian tereksternalisasi mengalami objektifikasi dan menjadi gejala objektif, kemudian menjadi subjektifikasi dan terus berdialektik. Eksternalisasi merupakan konkreatisasi kenyakinan yang dihayati secara internal. Misalkan pada contoh zakat, zakat timbul dikarenakan zakat untuk membersihkan harta yang dimiliki, dan kemudian membayar zakat mrupakan eksternalisasi, jadia eksternalisasi merupakan ibadah. Objektifikasi menempuh prosedur yang sama dengan eksternalisasi, tapi ada tambahan. Tambahan dalam objektifikasi perbuatan tersebut harus sewajarnya dan natural, tidak sebagai suatu prilaku keagamaan. Perbuatan ini diharapkan menjadi objektif dapat diterima oleh siapa pun tanpa memandang asal dari mana, dan dengan objektifaikasi dapat dirasakan oleh siapa pun. Objektifikasi Islam merupakan bersifat sangat terbuka dalam kehidupan yang berbangsa dan bernegara. Mengkin menurut Ahmad Syafi’i Maarif dan M. Quraish Shihab, dengan menggunakan istilah “membumikan al Qur’an”, yang artinya kira-kira sama dengan eksternalisasi. Objektifikasi memerlukan umat yang dapat berfikir logis berdasarkan fakta konkret dan empiris. Sebaliknya untuk orang non Islam juga dapat melakukan hal yang sama melakukan objektifikasi ajarannya sehingga dapat diterima dan dilaksanakan dari luar golongannya, dikarenkan sudah bersifat natural dan sewajarnya. Misalnya, tusuk apukuntur dari merupakan bukan dari ajaran Islam tetapi diakui oleh semua manusia khususnya dalam dunia kesehatan. (Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu)
KEDUA, TRANSFORMASI PROFETIK DALAM BENTUK MERUBAH KESADARAN DARI MITOS, IDEOLOGI, KEDALAM BENTUK KESADARAN ILMU. PERIODE MITOS DITANDAI DENGAN CARA BERFIKIR PRALOGIS (MISTIK) BERBENTUK MAGI, PERGERAKAN POLITIK (PEMBRONTAKAN) DENGAN LOKALISASI PEDESAAN, BERSIKAP LOCAL LATAR BELAKANG EKONOMI AGRARIS, MASYARAKAT PETANI SOLIDERITAS MEKANIS, DAN KEPEMIMPINAN TOKOH KHARISMATIK. MITOS MERUPAKA SUATU KONSEP KENYATAAN YANG MENGANDAIKAN BAHWA DUNIA PENGALAMAN KITA SEHARI-HARI TERUS MENERUS DISUSUPI OLEH KEUATAN YANG KERAMAT. (PETER L. BERGER DAN THOMAS LUCKMAN, TAFSIR SOSIAL ATAS KENYATAAN). MENURUT KUNTO SETIDAKNYA ADA DUA CIRI BERFIKIR SECARA MITOS, PERTAMA MENGHINDAR DENGAN MENGGUNAKAN SYMBOL SEPERTI UPACARA RUWATAN DAN SESAJI. KEDUA, MENGHINDARI YANG KONKREAT MENUJU YANG ABSTRAK, SUATU ABASTRAKSI. (KUNTOWIJOYO, SELAMAT TINGGAL MITOS SELAMAT DATANG REAALITAS). SEBELUM KEMERDEKAAN JUGA RAKYAT MEMITOSKAN TENTANG RATU ADIL DAN DALAM ISLAM TERDAPAT JUGA SEBAGAI IMAM MAHADI. IMAM MAHADI AKAN BERBUAT KEADILAN DAN MENYELAMATKAN UMAT MUSLIM DARI PENDERITAAN DAN PENINDASAN DARI PIMPINAN YANG TIRAN SEHINGGA YANG TERJADI SEHINGGA TERCIPTA KEDAMAIAN. MITOS KEMUDIAN BRKEMBANG PADA PEMIKIRAN SESEORANG ATAU PADA SESEORANG YANG DIANGGAP SEBAGAI PENYELAMAT SEPERTI MITOS PADA SOEHARATO SEBAGAI BAPAK PEMBANGUNAN.
PADA PERIODE IDEOLOGY SETIDAKNYA TERDAPAT PERTENTANG IDEOLOGY BESAR YANG TERJADAI ANTARA KAPITALIS, KOMUNIS, DAN BAHKAN ISLAM (AGAMA) DIANGGAP SEBAGAI IDEOLOGI. SELANJUTNYA DALAM PERODE IDEOLOGY DALAM KERANGKA BERFIKIR ORGANISASI BERCORAK RASIONAL (RASIONAL NILAI) TETAPI NON LOGIS BERBENTUK PENGETAHUAN APRIORI TENTANG NILAI-NILAI ABSTRAK, LOKASI KOTA, PERKUMPULAN BERSIFAT NASIONAL, EKONOMI KOMERSIAL DAN INDUSTRI KECIL, SOLIDERIATAS ORGANIS, KEPEMIMPINAN INTELEKTUAL. BERIKUT INI TABLE PEMBEDAAN MASA MITOS KEIDEOLOGI;
Waktu FAKTA Norma SIFAT Cakupan TUJUAN
Mitos TIDAK PEDULI KONSENSUS SOSIAL IRASIONAL LOKAL UTOPIA
IDEALOGI subjektif Kepentingan kelompok Rasional Nasional Rekontruksi sosial
Ideology dalam melakukan perubahan social bersifat rasional tetapi dalam gerakan yang dilakukan berdasarkan kesadaran yang pasif. Gerakan yang dilakukan dalam kerangka pikir ideology gerakan berdasarkan emosi bukan berdasrkan rasionalitas. Jika mau digali yang berkesadran hanyalah kaum elit dan masyarakat sebagai alat untuk bergerak melakukan perubahan tanpa dilibatkan secara sadar, bentuk kesadran masyarakat hanyalah kesadaran semu. Kesadaran semu, dikarenakan masyarakat tidak mengerti secara jelas dan tujuan dalam melakukan perubahan dan massyarakat hanya mengikuti saja apa yang telah diperintahkan oleh pemimpin. Gerakan ideology ini menjadikan ia bersikap eksklusif dan tertutup dengan pengetahuan yang lain. Pemahan yang tertutup ini menjadikan ia melakukan berbagai cara utuk mencapai tujuan yang telah dicita-citakan. Dalam bentuk berfikir dalam meihat realitas social yang empiris dan dikembalikan pada persolan yang meta fisika dan tak logis, sehingga bersifat apriori dan abstrak dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi.
Dalam kesadaran ideology yang terpenting merupakan mobilisasi massa, tetapi dari kesadaran ilmu yang terpenting merupakan kesadran masyarakat.yang dibutuhkan dalam kesadaran ilmu masyarakat dapat berfikir secara logis, berdasarkan fakta konkret dan empiris.ajaran Islam tidak lagi dipahami dalam kerangka ideology, tetapi yang terpenting merupakan mengembangkan Islam sebagai ilmu. Ilmu memiliki pendekatan yang bersifat cultural yang berarti setiap gagasan harus digulirkan terlebih dahulu, terserah orang menambil atau tidak yang terpenting tidak ada dominasi atau hegemoni. Kutural juga menggunakan kekuatan budaya, sehingga rekontruksi yang telah dilakukan oleh ilmu secara parsial atau ilmu menghendaki perubahan yang secara terperinci. Ilmu akan memasuki masyarakat modern dan industrialisasi, dikarenakan proses idustrialisasi merupakan pengembangan dari ilmu. Sebagaimana dlam industrialisasi meniscayakan dua hal yakni rasionalisasi dan sistemisasi. Pola fakir rasional seperti ditunjukan dalam prilaku ekonomi akan dominant dalam masyarakat industri, menggantikan cara berfikir berdasarkan nilai, persamaan dan tradisi. Sistemisasi dikarenmkan segala sesuatu tidak lagi diatur oleh orang melainkan oleh system, sistemisasi dilakukan agar segala yang berlaku secara adil dan fair. Segala kepentingan dan kebijakan diataur dan dilakukan dalam kerangka system baik, politik, maupun ekonomi. (Kuntowijoyo, Indentitas Politik Umat Islam)
DALAM KESADARAN ILMU, YANG DILAKUKAN MENJADIKAN ISLAM SEBAGAI SUATU AGAMA YANG OBJEKTIF (UNTUK SIAPA SAJA TANPA MEMANDANG PREDIKATYA, MEMANDANG SESUATU SEBAGAI SEBENARNYA, TANPA DIPENGARUHI KENYAKINAN PRIBADI), DAPAT DITERIMA ORANG LUAR TANPA MENYETUJUI NILAI ASAL.MENURUT KUNTO DALAM KESADRAN ILMU DAPAT DILIAHAT DARI BERBAGAI HAL SALAH SATU DIANTARANYA YAKNI ILMU EKONOMI ISLAM DAN APLIKASINYA, POLITIK PRAKTIS DN PEMIKIRAN KEAGAMAAN. PENERAPAN PEREKONOMIAN SYARI’AH DENGAN MENGGARAP INSTITUSI MODERN YAKNI PERBANKAN ISLAM (BANK SYARI’AH) DAN BAITUL MAAL WA TAMWIL (BMT). SELAIN ITU JUGA DALAM BIDANG EKONOMI DIBARENGI DENGAN MUNCULNYA SEKOLAH TINGGI EKONOMI SYARI’AH, YANG MENAWARKAN PROGRAM KEUANGAN DAN PERBANKAN SYARI’AH, AKUTANSI SAYRI’AH DAN MENEGEMENT SYARI’AH. SELANJUTNYA DALAM BIDANG POLITIK MENCULNYA PARTAI YANG BERANGKAT DAN BERAKAR DARI MORAL AGAMA, KEMANUSIAAN DAN KEMAJEMUKAN. PARTAI TERSEBUT MEMPERJUANGKAN KEDAULATAN RAKYAT, DEMOKRASI DAN KEMAJUAN, DAN KEADILAN SOCIAL UNTUK CITA-CITA MASYARAKAT. MORALITAS DAN KEMAJEMUKAN BAGAI KUNTO INI YANG MENJADI SEBUAH GEJALA OBJEKTIF. MORALITAS AGAMA BERSAL DARI AJARAN TENTANG TA’ARUF (SALING MENGENAL) DAN RAHMATAN LI AL ALAMIN (ARAHMAT UNTUK SEMUA ORANG). KEMAJEMUKAN JUGA BERARTI ISLAM MENGAKUI ADANYA PLURALISME DAN SEKALIGUS MENJADI PRAKTIK POLITIK. SEDANGKAN DALAM PEMIKIRAN KEAGAMAAN MENJADIKAN SPIRITUALITAS YANG LEBIH BERCORAK KESALEHAN INDIVIDU, BERUBAH MEJADI MORALITAS DALAM SEGALA HAL SEHINGGA MEJADI SUATU KESALEHAN SOCIAL BAGI AGAMA DAN MORALITAS AGAMA YANG BERORIENTASI KELUAR, SEHINGGA DAPAT DIRASAKAN MANFAATNYA OLEH SEMUA ORANG. BERIKUT INI MERUPAKAN BENTUK BAGAN PEMETAAN KERANGKA BERFIKIR MITOS, IDEOLOGY DAN ILMU MENURUT KUNTO;
DASAR: NILAI ISLAM Mitos IDEOLOGI Ilmu
CARA BERFIKIR Pralogi Nonlogis Logis
Bentuk MAGI ABSTRAK/APRIORI KONKRET/EMPIRIS
TRANSFORMASI PROFETIK DALAM HAL INI MENJADI AGAMA SEBAGAI SEMANGAT MORAL DALAM BERBAGAI BIDANG SESUAI DENGAN KEAHLIAN MASING-MASING KADER IKATAN DAN MENJADIKAN NILAI-NILAI AGAMA TIDAK BERSIFAT SUBJEKTIF TETAPI AGAR KADER MENJADIKAN AGAMA MENJADI SUATU GEJALA OBJEKTIF. MELALUI TRANSFOMEASI INI, MASYARAKAT JUGA DIARAHKAN PADA SUATU CITA-CITA ATAU TUJUAN DIMANA MANUSIA SEMAKIN MENDEKATKAN DIRI KEPADA YANG MAHA ABADI, DAN TRANSFORMASI TERSEBUT DIARAHKAN PADA YANG TRANSENDENSI DENGAN MELALUI HUMANISASI, DAN LIBERASI.(KUNTOWIJOYO, ISLAM SEBAGAI ILMU)
Khoirul Ummah
KHOIRUL UMAH MERUPAKAN SUATU CITA-CITA IDEAL YANG INGIN DICAPAI OLEH IKATAN SETELAH MEWUJUDKAN TRANSFORMASINYA. KHOIRUL UMMAH BUKANLAH SUATAU OTOPIA YANG TAK TERLAKSNA SEPERTI KAUM MARXISM YANG MENCITAKAN MASYARAKAT TANPA KELAS. TETAPI BAGI IKATAN KHOIRUL UMAH MERUPAKAN UPAYA DAN KERJA KERAS IKATAN DALAM MEAKUKAN PERUBAHAN DAN TRANSFORMASI. PERWUJUDKAN DARI KHOIRUL UMMAH INI, DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN MENYIAPKAN SUMBER DAYA YANG DILAKUKAN DALAM MELAKUKAN TRANSFORMASI, SERTA HASIL DARI TRNASFORMASI INI DAPAT DIRASAKAN OLEH GENERASI YANG AKAN DATANG. HAL INI MENJADIKAN IKATAN BERFIKIR KEDEPAN DAN MERUPAKAN TUIGAS INDIVIDU KADER DAN KOLEKTIF IKATAN DALAM MEWUJUDKAN CITA TERSEBUT. KHOIRUL UMMAH MERUPAKAN SUATU AKTIVISME SEJARAH DAN MENJADIKAN SEJARAH BERCORAK KEMANUSIAAN. AKTIVISME SEJARAH INI MENJADIKAN SUATU KERJA KERAS DAN TANTANGAN BAGI IKATAN SECARA KOLEKTIF ATAPUN INDIVIDU KADER DALAM MERUBAH DAN MENENTUKAN JALANNYA SEJARAH.
KHOIRUL UMMAH MERUPAKAN PROSES PERWUJUDAN DARI TRANSFORMASI PROFETIK YANG DILAKUKAN OLEH IKATAN BAIK YANG BERSIFAT ORGANISATORIS ATAPUN INDIVIDU KADER SESUAI DENGAN SKILL YANG DIMILIKI OLEH MASING-MASING KADER DALAM IKATAN. KHORUL UMMAH MERUPAKAN SUATU MASYARAKAT YANG BERILMU (MASYARAKAT YANG ILMIAH, RASIONAL BERFIKIR LOGIS, EMPIRIS DAN KONRET), BERKEADILAN MERUPAKAN SUATU MASYARAKAT YANG ADIL TANPA PENINDASAN DAN SYSTEM YANG MEMIHAK KEPADA KAUM MISKIN, DIBAWAH ATAU DISEMANGATI NILAI-NILAI TRANSENDENSI ATAU DALAM NAUNGAN TUHAN. TRANSFORMASI PROFETIK YANG MEMILIKI TIGA PILAR INI HUMAISASI, LIBERASI DAN TRANSEDENSI MENJADIKAN LAGKAH DAN GERAKA IKATAN DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG IDEAL TERSEBUT. KUNTO MENYEBUTKAN MASYARAKAT IDEALNYA DENGAN MENGGUNAKAN ISTILAH GARDEN CITY. GARDEN CITY MERUPAKAN SEBAGAI PROSES DARI MASYARAKAT INDUSTRI LANJUT. INDUSTRI LANJUT INI MERUPAKAN PENGKRITISAIAN MASYARAKAT INDUSTRI MODERN YANG DALAM PERJALAN SEJARAHNYA TELAH MEMBAWA KEPADA PERSOLAN DEHUMANISASI TERHADAP MANUSIA ATAPUN TERHADAP ALAM. DEHUMANISASI PADA MANUSIA MENJADIKAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK YANG SATU DIMENSI, MANUSIA MODERN SERING MENGALAMI ALIENASI DAN TERTEKAN, TIDAK DAPAT MENEMUKAN KEBEBASAN. MANUSIA MODERN INI SEPERTI YANG TELAH DIGAMBARKAN OLEH HERBERT MARKUS SEBAGAI MANUSIA SATU DIMENSI, DIMANA LOGIKA YANG IA GUNAKAN LOGIKA KERJA DAN MENJADI RASIONAL INSTRUMENTAL. DARI RASIOALITAS TERSEBUT JUGA YANG MENYEBABKAN RUSAKNYA EKOLOGI SERTA EKOSISTEM DI ALAM.
Kunto menggambarkan garden city sebagai suatu masyarakat perpaduan dari dua kebudayaan yakni kebudayaan agraris dengan kebudayaan industri. Masyarakat industrial menghasilkan kota satelit-kota diluar kota, vila-rumah diluar kesibukan, village-desa dengan konsep kota, metropolitan-kota besar, megapolitan-kota super besar. Sedangkan garden city merupakan kota sebuah kota besar dan bahkan super besar yang didalamnya terdapat taman, pertanian dan hutan, dengan maksud secara ekologis kota tetap layak huni dan demikian juga, secara social, moral, dan spiritual. Dengan kata lain, bumi ini hanya layak dihuni oleh manusia yang didalamnya dimasukan agama. (Kuntowijoyo, Muslim Tanpa Masjid).
GARDEN CITY YANG DIMAKSUDKAN SEBAGAI RINCIAN DARI KHOIRUL UMMAH SEBAGAI TITIK PANGKAL REALISASI PROGRAM KEMANUSIAAN SEBAGAI KELAJUTAN PEMBAHARUAN SOCIAL-BUDAYA YANG BERBASIS PADA KESADARAN KEAGAMAAN. DALAM GARDEN CITY PEMBELAAN KAUM ERTINDASSEBAGAI TEMA UTAMA DARI SOSIALISME DAN TRADISI LOCAL DITEMPATKAN DALAM PRAKSIS NAHI MUNKAR DIBERI MAKNA LIBERASI. IDE PROGRESS KAPITALISME DIBERI SANTUNAN AKHLAK MAHMUDAH SEBAGAI PRAKSIS AMAR MAKHRUF, BAGI PENUNDUKAN KAPITALISME DIBERI MAKNA HUMANISASI. KEDUA TINDAKAN ITU SERENTAK DALAM TRASENDENSI SEBAGAI PRAKSIS KESADARAN IMAN. (ABDUL MUNIR MULKHAN, KEPEMIMPINAN PROFETIK DALAM SATU ABAD MUHAMMADIYAH). SEHINGGA YANG DILAKUKAN MERUPAKAN PROGRAM KEMANUSIAAN DALAM MEWUJUDKAN KHOIRUL UMMAH. GARDEN CITY MERUPAKAN SUATU BENTUK KOTA DIMANA MASYARAKAT BERKESADARAN ILMU SYSTEM YANG ADIL MEMIHAK KEPADA YANG LEMAH DAN MISKIN, EKOLOGI YANG SEIMBANG, DAN, SERTA MENGARAHKAN KEPADA YANG TRANSENDENSI. TRANSENDSI MENJIWAI DARI HUMANISASI DAN LIBERASI DALAM MEWUJUDKAN GARDEN CITY.
Categories
Selasa, 24 Januari 2012
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Nama : Dodi Nur C
Nim : G000
Sekolah : SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
Mata Pelajaran : Pendidikan Al-Qur’an
Kelas/ Semester : VII / Gasal
Pertemuan : 1 (Pertama)
Standar Kompetensi : Siswa mampu menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam bacaan
Kompetensi Dasar : Siswa mampu menjelaskan Makharijul Huruf
.
Indikator : a) Siswa mampu menyebutkan macam-macam Makharijul Huruf.
b) Siswa mampu menjelaskan Makharijul Huruf.
c) Melafalkan huruf hijaiyah sesuai mahroj dengan fasih
Alokasi waktu : 1 x 10 menit.
FUNGSI AGAMA SEBAGAI PEREKAT SOSIAL DAN PELEGITIMASI POLITIK
BERITA ACARA DISKUSI
MATA KULIAH SOSIOLOGI AGAMA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TAHUN 2011
Tema :
FUNGSI AGAMA SEBAGAI PEREKAT SOSIAL DAN PELEGITIMASI POLITIK
Pelaksanaan:
Diskusi dilaksanakan pada:
Hari dan tanggal : Selasa, 29 November 2011
Pukul : 12.30
Tempat : Perpustakaan Ums
Peserta : Dodi Nur C
Makalah ini dibuat dengan sistem bagi tugas, jadi setiap peserta mencari dan mengumpulkan materi kemudian menyusun dan mempelajari makalah secara bersama. Berikut rincian tugas kami :
Dodi Nur C G0000
PEMBAHASAN
A. FUNGSI AGAMA SEBAGAI PEREKAT SOSIAL
Agama dalam hal ini diposisikan sebagai kekuatan penyatu dan kohesi sosial, seperti Comte yang menilai agama berfungsi sebagai perekat yang menyatukan dan menjaga harmoni dalam masyarakat, meski masyarakat menghadapi perubahan sosial dan chaos. Klaim ini sejalan dengan faham fungsional yang memang memiliki validitas, tetapi masih perlu kualifikasi, sebab meski agama ternyata di Indonesia bergerak kearah integrasi negara- agama ternyata secara simultan mengalami disfungsional, sehingga kemudian justru memberikan kontribusi yang kuat bagi timbulnya pengkotakan, yang disitu muncul kelompok tertentu yang menganggap agama tidak memiliki makna selain retorika kosong dari elit politik.[1]
B. AGAMA SEBAGAI PEREKAT
Perbedaan budaya, kultur dan tradisi suatu wilayah dengan wilayah yang lain juga akan menghasilkan karakter yang berbeda. Inilah salah satu kekayaan bangsa kita yang terdiri dari banyak suku yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa berbagai perbedaan tersebut dapat menjadi pemicu munculnya sebuah konflik bila tidak dikelola dengan baik. Salah satu contoh paling dramatis konflik memilukan yang terjadi antara etnis Madura sebagai pendatang versus etnis Dayak di Kalimantan. Terlepas dari siapa salah siapa benar atas meletusnya konflik ini, kedua etnis yang saling bersengketa, khususnya tokoh ulama dan aparat pemerintah harus menjadikannya sebagai pelajaran berharga agar tidak lagi terjadi di masa-masa yang akan datang. Karena peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa secara sia-sia, tapi juga meninggalkan penyakit psikis, dendam dan trauma berkepanjangan.
Bila kita menganalisa kasus di atas, maka ada elemen mendasar yang tidak berperan dengan baik di tengah masyarakat, yaitu peran agama yang seharusnya muncul sebagai perekat khususnya bagi komunitas yang berada dalam satu agama dan keyakinan. Padahal kita seharusnya dapat belajar dari sejarah konflik antara suku Aus dan Khazraj sebelum datangnya Islam. Konflik yang terjadi antara kedua suku ini sebenarnya dipicu oleh persoalan sangat sepele, namun akibatnya berlangsung sangat lama bahkan melibatkan beberapa generasi. Namun konflik berkepanjangan itu berakhir dengan sendirinya setelah mereka memeluk Islam dan memiliki pemahaman yang sama bahwa sesungguhnya mereka telah dipersaudarakan oleh satu aqidah dan keyakinan. Sebagaimana firman Allah Taala, “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10) Maka Islam sesungguhnya memiliki daya rekat sangat kuat bila ia dipahami dengan baik oleh pemeluknya. Ia bahkan menghadirkan di tengah kita perasaan cinta pada sesama dan menumbuhkan itsar (mengutamakan saudara daripada diri sendiri).[2]
Mungkin di antara kita ada yang pesimis dan menganggap utopia bila agama dan keyakinan mampu menjadi perekat sebagaimana terjadi pada komunitas suku Aus dan Khazraj di Madinah ketika itu. Masyarakat Indonesia yang sangat majemuk tidak hanya di sekat oleh budaya dan karakter yang berbeda, tapi perbedaan mazhab dan pemahaman terhadap implementasi ajaran Islam (khilafiyah). Bahkan perbedaan pada organisasi dakwah Islam dapat menjadi jurang pemisah dan sumber konflik. Realitas ini dengan sendirinya menjelaskan bahwa, betapa tokoh agama dan ulama kita belum mampu mentransformasikan nilai-nilai Islam ke dalam jiwa umat ini agar menjadi perekat dan pengikat kuat di antara mereka, sehingga dapat toleran dan lapang dada terhadap sesuatu yang tidak disepakati dan bekerja sama pada sesuatu yang disepakati.
Yang lebih ironi lagi adalah ketika sosok yang seharusnya diteladani dan layak tampil sebagai perekat karena posisinya sebagai tokoh agama justru terjebak dalam arus konflik, atau bahkan jadi pemantik munculnya konflik dalam tubuh umat. Tragedi memiriskan hati ini dapat kita saksikan dalam tubuh sejumlah organisasi ke-Islaman atau partai Islam (atau hanya dipimpin oleh tokoh Islam) yang seharusnya tokoh-tokoh yang ada di dalamnya lebih
mampu mengatasi persoalan internal mereka sebelum menggemakan diri sebagai tokoh yang seakan mampu mengatasi persoalan bangsa dan negara yang lebih besar dan kompleks.
mampu mengatasi persoalan internal mereka sebelum menggemakan diri sebagai tokoh yang seakan mampu mengatasi persoalan bangsa dan negara yang lebih besar dan kompleks.
C. PENGERTIAN PELEGITIMASI POLITIK
Pelegitimasi politik adalah prinsip yang menunjukkan penerimaan keputusan pemimpin pemerintah dan pejabat oleh (sebagian besar) publik atas dasar bahwa perolehan para pemimpin 'dan pelaksanaan kekuasaan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku pada masyarakat umum dan nilai-nilai politik atau moral. Legitimasi mungkin akan diberikan kepada pemegang kekuasaan dalam berbagai cara dalam masyarakat yang berbeda, biasanya melibatkan ritual formal serius yang bersifat religius atau non-religius, misalnya kelahiran kerajaan dan penobatan di monarki, pemilihan umum dan "sumpah" dalam demokrasi dan seterusnya.[3]
Penguasa biasanya menggunakan lebih sedikit pemaksaan fisik, misalnya melalu aparat, atau militer untuk menegakkan keputusan mereka daripada penguasa kekurangan legitimasi, karena kebanyakan orang cenderung merasa menjunjung tinggi kewajiban moral untuk mematuhi hukum. Akibatnya, orang-orang yang mendapatkan atau memegang kekuasaan dengan cara tidak sah cenderung bekerja sangat keras untuk menemukan atau menciptakan cara-cara agar legitimasi itu diperoleh.
Sering kali hal itu dilakukan oleh politikus dengan menciptakan sebuah ideologi baru atau lainnya dan mencoba untuk mengindoktrinasi orang-orang dengan formula legitimasi melalui berbagai bentuk propaganda, sehingga menciptakan insentif moral bagi warga untuk mematuhi mereka.
D. AGAMA SEBAGAI PELEGITIMASI POLITIK
Mengutip Richard Fenn, bahwa fungsi agama sebagai pelegitimasi tidak hanya dalam hubungan penguasa dan yang dikuasai, melainkan juga persetujuan masyarakat dan institusi yang ada didalamnya. Berbeda dengan Durkheim yang menaruh moralitas dalam masyarakat sebagai faktor penting, maka Peter Berger menaruh perhatian terhadap fungsi agama sebagai instrumen legitimasi yang menyebar dan efektif dalam menghadapi ketidak pastian maupun konflik. Agama menghubungkan realitas kekinian yang empirik dan tidak absolut dalam masyarakat dengan kebenaran tertinggi. Sehingga Agama dijadikan sebagai alat legitimas publik.
Menanggapi klaim bahwa agama membentuk sistem ketahanan legitimasi masyarakat, bisa dilihat di Indonesia bahwa agama merupakan fenomena episodik, yang muncul tatkala bangsa ini menghadapi krisis, tetapi kemudian surut tatkala keadaan telah kembali normal. Selanjutnya fakta menunjukkan bahwa munculnya agama mirip dengan manuver kontrol sosial oleh elit politik dan bukan gerakan massa yang mencerminkan perjuangan rakyat dalam mencoba mencari instrumen makna bagi kehidupan meraka.
Oleh karena itu yang perlu diwaspadai kemudian adalah ketika agama sekedar dijadikan sebagai instrumen legitimasi yang tidak menggambarkan realitas yang autentik, dan dipakai tidak secara konsisten, melainkan hanya secara episodik sesuai dengan kebutuhan politik elit terutama ketika harus menghadapi krisis. Agama bahkan kemudian dibandang tidak lebih sebagai konstruksi mitos sosial, meski bisa saja terjadi evolusi yang genuine tetapi dalam praktek politik acapkali muncul dalam retorika yang inautentik.[4]
KESIMPULAN
1. Fungsi Agama sebagai perekat menurut Comte yaitu sebagai perekat yang menyatukan dan menjaga harmoni dalam masyarakat, meski masyarakat menghadapi perubahan sosial dan chaos.
2. Pelegitimasi politik adalah prinsip yang menunjukkan penerimaan keputusan pemimpin pemerintah dan pejabat oleh (sebagian besar) publik atas dasar bahwa perolehan para pemimpin 'dan pelaksanaan kekuasaan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku pada masyarakat umum dan nilai-nilai politik atau moral.
DAFTAR PUSTAKA
(Selasa 29 november 2011 ) Pukul: 12.30 WIB.
http:// fungsi agama sebagai perekat sosial.com (Senin 29 November 2011 pukul 13.00)
http://holismad.blogspot.com/2011/03/peng-agama-realitas-sosial.html. ( Senin 29 November 2011 pukul 13.00)
http://fungsi agama sebagai pelegitimasi politik.com (Senin 29 November 2011 pukul 13.00)
Kamis, 12 Januari 2012
macam macam Galaksi yang menakjubkan
1. Galaksi Sombrero
The Sombrero Galaxy (juga dikenal sebagai M104 atau NGC 4594) adalah unbarred galaksi spiral di konstelasi Virgo. Memiliki inti terang, luar biasa besar tonjolan pusat, dan debu terkemuka cenderung jalan dalam disk. Jalur debu yang gelap dan tonjolan memberikan galaksi ini penampilan sebuah sombrero. Galaksi memiliki magnitudo tampak dari 9,0, sehingga mudah terlihat dengan teleskop amatir. Tonjolan besar, pusat lubang hitam supermasif, dan debu jalan semua menarik perhatian para astronom profesional.
yang terjadi di Bima Sakti itu sendiri. Cahaya dari supernova mencapai bumi pada 23 Februari 1987. Sebagai supernova pertama ditemukan pada tahun 1987, itu berlabel “1987a”. Kecerahan yang memuncak pada Mei dengan besarnya yang jelas sekitar 3 dan perlahan-lahan menurun pada bulan-bulan berikutnya. Ini adalah kesempatan pertama bagi para astronom modern untuk melihat supernova dari dekat.
2.Galaksi Black Eye
Sebuah
galaksi spiral di konstelasi Coma Berenices, Messier 64, yang terkenal
“Black Eye” galaksi atau “Putri Tidur galaksi,” memiliki spektakuler
band gelap menyerap debu di depan inti galaksi cerdas. Itu terkenal di
kalangan astronom amatir karena penampilannya di teleskop kecil.
3. 2MASX J00482185-2507365
occulting pair
2MASX
J00482185-2507365 occulting pair adalah sepasang galaksi spiral yang
tumpang tindih yang ditemukan di sekitar NGC 253, yang Pematung Galaxy.
Kedua galaksi yang lebih jauh dari NGC 253, dengan latar belakang
galaksi, 2MASX J00482185-2507365, tergeletak di pergeseran merah z =
0,06, dan latar depan galaksi NGC yang terletak di antara 253 dan
galaksi di latar belakang (0,0008 <0,06). Pasangan ini menerangi
galaksi distribusi debu galaksi di luar terlihat lengan spiral galaksi.
Sejauh yang sebelum ini tak terduga debu melampaui batas-batas
berbintang lengan, menunjukkan area baru untuk studi astronomi
extragalactic. Lengan yang berdebu memperpanjang 6 kali dengan
jari-jari tangan yang berbintang galaksi, dan ditunjukkan gambar siluet
di HST terhadap pusat dan bagian inti galaksi di latar belakang.
4. The Whirlpool Galaxy
The
Whirlpool Galaxy juga dikenal sebagai Messier 51A, M51a, atau NGC 5194,
Pusaran Air Galaxy adalah sebuah grand-design berinteraksi galaksi
spiral yang terletak pada jarak sekitar 23 juta tahun cahaya di
konstelasi Tongkat Venatici. Ini adalah salah satu spiral galaksi
paling terkenal di langit. Galaksi dan pendamping (NGC 5195) yang mudah
diamati oleh astronom amatir, dan kedua galaksi bahkan dapat dilihat
dengan teropong. The Whirlpool Galaxy juga merupakan target yang
populer astronom profesional, yang mempelajari ke galaksi lebih
memahami struktur (terutama struktur yang terkait dengan lengan spiral)
dan galaksi interaksi.
5. Grand Spiral Galaxy
Grand
Spiral Galaxy juga dikenal sebagai NGC 123, galaksi yang menakjubkan
ini didominasi oleh jutaan bintang terang dan gelap debu, terperangkap
dalam pusaran gravitasi lengan spiral berputar di sekitar pusat. Open
cluster yang berisi bintang-bintang biru terang dapat dilihat
ditaburkan di sepanjang lengan spiral ini, sementara jalur gelap debu
antarbintang padat dapat dilihat ditaburkan di antara mereka. Kurang
terlihat, tetapi dapat dideteksi, adalah normal redup miliaran luas
bintang-bintang dan gas antar bintang, bersama-sama memegang massa yang
tinggi seperti mereka mendominasi dinamika galaksi batin. Invisible
adalah jumlah lebih besar materi dalam bentuk yang kita belum tahu –
meresap materi gelap yang diperlukan untuk menjelaskan gerakan yang
terlihat di luar galaksi.
6. Supernova 1987 A
Dua
dekade lalu, para astronom melihat salah satu ledakan bintang paling
terang di lebih dari 400 tahun: sebuah bintang terkutuk, disebut
Supernova 1987a. Gambar ini menunjukkan seluruh wilayah sekitar
supernova. Fitur yang paling menonjol dalam gambar adalah sebuah cincin
dengan puluhan titik terang. Sebuah gelombang kejut material yang
disebabkan oleh ledakan bintang yang terempas ke daerah di sepanjang
daerah batin cincin, pemanasan mereka, dan menyebabkan mereka
bercahaya. Cincin, sekitar tahun cahaya di seberang, mungkin gudang
dengan bintang-bintang sekitar 20.000 tahun sebelum meledak. Dalam
beberapa tahun berikutnya, seluruh cincin akan menyala seperti menyerap
kekuatan penuh kecelakaan. Cincin yang menyala-nyala diharapkan menjadi
cukup terang untuk menerangi bintang lingkungannya, menyediakan
astronom dengan informasi baru tentang bagaimana mengusir bintang
materi sebelum ledakan. Gambar itu diambil pada bulan Desember 2006
dengan Kamera Hubble untuk Survei. (Kredit: NASA, ESA, dan R. Kirshner;
Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics)
7. Galaxy NGC 1512
Sebuah
galaksi spiral yang terletak sekitar 30 juta tahun cahaya ke arah
konstelasi Horologium, Galaxy NGC 1512 adalah cukup terang untuk
dilihat dengan teleskop amatir. Galaksi adalah sekitar 70.000 tahun
cahaya di seberang, yang hampir sama besar dengan kita sendiri galaksi
Bima Sakti. Inti galaksi yang luar biasa bagi para “circumnuclear”
Starburst cincin, yang merupakan lingkaran luar biasa dari
kelompok-kelompok bintang muda yang mencakup beberapa tahun cahaya di
2400. Galaksi “starbursts” adalah episode penuh semangat pembentukan
bintang baru dan ditemukan di berbagai galaksi lingkungan.
8. Galaxy NGC 3.370
The Sombrero Galaxy (juga dikenal sebagai M104 atau NGC 4594) adalah unbarred galaksi spiral di konstelasi Virgo. Memiliki inti terang, luar biasa besar tonjolan pusat, dan debu terkemuka cenderung jalan dalam disk. Jalur debu yang gelap dan tonjolan memberikan galaksi ini penampilan sebuah sombrero. Galaksi memiliki magnitudo tampak dari 9,0, sehingga mudah terlihat dengan teleskop amatir. Tonjolan besar, pusat lubang hitam supermasif, dan debu jalan semua menarik perhatian para astronom profesional.
yang terjadi di Bima Sakti itu sendiri. Cahaya dari supernova mencapai bumi pada 23 Februari 1987. Sebagai supernova pertama ditemukan pada tahun 1987, itu berlabel “1987a”. Kecerahan yang memuncak pada Mei dengan besarnya yang jelas sekitar 3 dan perlahan-lahan menurun pada bulan-bulan berikutnya. Ini adalah kesempatan pertama bagi para astronom modern untuk melihat supernova dari dekat.
2.Galaksi Black Eye
3. 2MASX J00482185-2507365
occulting pair
4. The Whirlpool Galaxy
5. Grand Spiral Galaxy
6. Supernova 1987 A
7. Galaxy NGC 1512
8. Galaxy NGC 3.370
TATA CARA WUDHU NABI
Apabila seorang muslim mau berwudhu, maka hendaknya ia berniat di dalam hatinya, kemudian membaca Basmalah
بِسْمِ اللهِ
HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/122
Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al Albani di dalam kitab Al Irwa' (81)]
Dan apabila ia lupa, maka tidaklah mengapa.Adapun bacaan niat …usholli… dst sama sekali tida ada dalil shahih yg menerangkannya, wallahu a’lam.
Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya).
Lalu menghirup air dengan hidung (mengisap air dengan hidung) lalu mengeluarkannya

Dan jika rambut yang ada pada muka tipis, maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja, namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu. [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (92)]

Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku, karena Allah Tabaroka wata’ala berfirman : “dan kedua tanganmu hingga siku”. [Surah Al-Ma'idah : 6]

Kemudian mengusap kepala beserta kedua telinga satu kali, dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala.
Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya.
Disunnahkan ketika menghirup air di lakukan dengan kuat, kecuali jika dalam keadaan berpuasa maka ia tidak mengeraskannya, karena dikhawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Keraskanlah di dalam menghirup air dengan hidung, kecuali jika kamu sedang berpuasa”. [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani dalam shahih Abu Dawud (629)]
Lalu mencuci muka. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu, dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri.Dan jika rambut yang ada pada muka tipis, maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja, namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu. [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (92)]
Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku, karena Allah Tabaroka wata’ala berfirman : “dan kedua tanganmu hingga siku”. [Surah Al-Ma'idah : 6]
Kemudian mengusap kepala beserta kedua telinga satu kali, dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala.
Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Cursor 11



